Lelaki kecil dengan bobot 2,75 kg dan panjang 45 cm ini lahir pas jam 18.15 wib selepas adzan maghrib. Makanya namanya al maghriby, lebih lengkapnya Bhre Rehdana al Maghriby Lintang Revolusi. panjangkan namaya...? ini salah satu bentuk keegoisan orang tua untuk memilih dan memberi nama kepada anak-anaknya.
Minggu malam, beberapa kali istriku membangunkanku, ia mengeluh perutnya mulas. sedangkan usia kandungannya sudah memasuki saat-saat mau melahirkan. Bukannya tidak tanggap akan keadaan tapi sengaja aku hanya menghitung frekuensi dan durasi keluhanya. aaah masih lama batinku. Aku coba tenangkan ia sambil mengelus perutnya yang buncit itu. Itu berlangsung beberapa kali hingga adzan subuh hari senin pagi tanggal 19 Januari 2009.
Frekuensi semakin meningkat, tanpa mandi, cuma cuci muka langsung tancap gas, ku bonceng istriku kebidan terdekat. periksa sini- periksa sana pencet sini pencet sana, rupanya si bidan. maklum aku nggak tahu pasti, (kan aku nggak boleh masuk). bidan menyarankan kami harus segera kerumah sakit. Pertama telepon teman kerja untuk kooerdinasi kerjaan, kedua mecoba mengorek-ngorek sisa tabungan yang memang nggak ada ( tapi nggak ngutang kok). untungnya semua perlengkapan melahirkan beberapa hari sebelumnya sudah kami packing, jadi tinggal sambar mak weeer dah nyampe rumah sakit.
Istriku langsung di tempatkan di kamar persiapan bersalin. aku masih harus sedikit mondar-mandir ngurus ini itu administrasi pendaftarannya. Masa-masa paling mendebarkan telah tiba, teng.... teng...tengteng...mirip kayak sinetron ketika pemeran antagonisnya mulai melintas dilayar kaca. Kenapa mendebarkan, pasti kamu bertanya, iya kan ... alaah ngaku aja. gini lho,.. bukannya aku berdebar-debar karena sebentar lagi mau jadi bapak, bukan, bukan itu persoalannya. bukan juga aku takut menanggung beban hdup anakku, aaah bukan itu masalahnya, wong anak itu bawa rejeki sendiri kok.bukan juga aku takut membayar biaya rumah sakit yang mahal kalau sampai harus operasi, bukan pokoknya bukan itu...
Degup jantungku mengeras, stress sampai lupa makan seharian. ingat saat kandungan istriku berusia 7 bulan dokter bilang istriku kena Preeclampsia. nah waktu mo melahirkan tensi darahnya 140/90 terus albumin (+++), itu aku tahu jam 11.30 setelah cek darah dan urin e di laboratorium. oh ya lupa istriku masuk rumah sakit jam 07.30. jadi bayiku masih belum lahir.
Beberapa kali dipanggil suster, beberapa kali juga aku harus membawa botol-botol cairan darah dan urine untuk di periksa ulang kelaboratorium.persis kayak setrikaaan itu, muka kucel, keringat lengket, dada bergemuruh kayak kerupuk udang dimasukan minyak panas dipenggorengan.
cerita lengkapnya nanti aja yaa... panjang dan seru. lebih seru ketimbang film Tom & Jerry. Singkatnya istriku selamat, bayiku selamat...plong.... Alhamdulillah ya Allah engkau maha pemelihara kehidupan, dan maha pengasih.
Saturday, March 21, 2009
who is that?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment