Thursday, June 11, 2009
Posted by
Rully Hermanto
at
7:02 PM
0
comments
Tuesday, March 24, 2009
MENGAPA BHRE?
Teman - teman kerjaku, tetangga kampungku, teman kerja istriku, suster rumah sakit, kader posyandu menilai nama anakku kepanjangan atau tepatnya terlalau panjang. Ada juga yang komentar," alah panjang - panjang nama yang dipanggil toh hanya satu dua suku kata". betul juga sih, malah si rambut ikal itu, ehmm siapa shakespere itu lho maksudku yang bilang apa arti sebuah nama. Tapi dalam budaya kami tetap saja nama berarti harapan, iya kan.
Banyak yang bertanya - tanya apa makna nama anakku. Pasti you juga kaan, alah ngaku aja gitu aja kok malu. gak usah malu kawan. Aku pasti menjelaskan kok, mudah - mudahan nggak salah dan menjadi sebuah harapan sebagaimana doaku selama ini. Tapi sebelum penjelasan maknanya aku akan menjelaskan asal usulnya dulu, setuju kan engkau?
Lucunya ada juga lho orang yang menganggap nama anakku itu kebarat- baratan, bau bule gitu.Padahal aslinya nama anakku lebih banyak jawanya, kuno malah. Aku dan istriku ketawa aja awalnya. kalau mau di singkat atau dipendekan namanya bisa lho menjadi BHRAM LR, tuh kan pendek. Kalau yang beginian terus terang aku nggak tahu maknanya.
Kawan, kau pasti ingat nama Bhre Wirabumi atau Minak Jinggo, itu lho anaknya prabu Hayam wuruk, raja paling beken di kerajaan majapahit. pasti ingatlah itu kan pelajaran sejarah SD dulu. Bukan maksudku menyamakan anakku dengan si anak prabu mojopahit dari garwa ampil itu, tapi nama Bhre nya bolehlah sama. Maknanya kalau kawan mau membuka kamus bahasa jawa BHRE/BREH itu berarti dermawan, atau juga bisa berarti bangsawan. Kesannya aku pengagum feodalisme yaa..
REDHANA, ini juga masih berasal dari bahasa jawa. Maknanya sama dengan hartawan. Ini agak lucu atau kebetulan menurutku. waktu kandungan istriku berusia empat bulan aku mulai mengajukan proposal nama untuk anakku kepada bundanya. Katanya sih istriku terserah aku aja untuk nama, dia juga ho-oh. ketika kau menyebut Bhre Redhana istriku sedikit terkejut, " lho kok kayak namanya almarhum pak dhe, cuma kalau pakdhe namanya Ahmad Redono". aku nggak tahu sih kalau almarhum pakdhe dulu namanya juga ada Redhana atau redhono.
al MAGHRIBY, nah ini dia penunjuk waktu sholat maghrib. Kan lahirnya jam 18.15 pas selesai adzan maghrib, jadi orang sedang menjalankan sholat maghrib alias belum selesai. Kalau mau sedikit mengingat al Maghriby itu juga menunjuk sebuah tempat yang jauh banget dari indonesia terlebih lagi kalau dari Sidoarjo. Gak percaya buka aja peta dunia, hayoo tahu nggak... (kalau yang ini rahasia)
LINTANG, Awalnya banyak orang yang menyangka anakku lahir melintang. wow kurang ajarnya mereka. gak papa toh mereka juga nggak tahu. agak mirip dengan si tokoh pintar di novel laskar pelanginya Hirata. tapi maaf bukan itu inspirasinya. lintang itu ya bahawa jawa untuk menunjuk bintang. kan lahirnya petang, toh si lintangnya juga udah muncul. Bintang, kalau aku mengingat pelajaran ilmu alam saat SD dulu kan artinya benda langit yang memiliki sumber cahaya sendiri. Itu juga harapan lho.
REVOLUSI, Aku pikir semua orang juga selalu ingin berubah. terlebih untuk hal yang lebih baik. Kalau di runut ke kalender hijriyah tanggal 19 januari itu juga masih bulan Muharam, bulan dimana Kanjeng Nabi Muhamad rosulullah dan pengikutnya mulai berhijrah dari Mekkah ke Madinah. ini juga bisa dikatakan bulan perubahan untuk menuju kebaikan demi keselamatan dan kelangsungan dakwah.
Nah, harapan yang terkandung dalam nama anaku " BHRE REDHANA al MAGHRIBY LINTANG REVOLUSI" adalah, semoga ia menjadi orang besar yang dermawan dan berharta,(percuma kaan inginnya jadi dermawan tapi miskin kayak bapaknya, apa dong yang diamalkan kalau bukan amal ghoib alias palsu)makanya doaku semoga anakku bisa menjadi orang kaya yang dermawan dan sekaligus menjadi penerang kayak bintang untuk orang - orang yang ingin berubah menuju kebaikan, sejauh - jauhnya tanpa bosan seperti jauhnya kota al maghriby. Artinya membantu orang tidak kepalang tanggung, sampe tntas gitu.
wuiih banyak yaa harapanku kepada anakku, makanya kawan bantu doain dia ya biar mampu melaksanakan semua itu. ingat mendoakan orang lain dapat pahala.
Posted by
Rully Hermanto
at
3:33 PM
3
comments
Monday, March 23, 2009
SUSTER CANTIK
RSUD SIDOARJO, jam 17.40:
Angin panas yang berhembus siang tadi sudah berubah lebih ramah, persis calon mertua ketika anaknya dilamar. (itu kalo mertuanya setuju lho yaa, jangan protes teruus dong, lagi nulis nih). Aku masih terpasung di koridor rumah sakit. kalo hampir sepanjang siang tadi aku hanya berkumpul dengan para lelaki dan wanita dengan kening mengkerut saat menunggu istri atau kerabatnya melahirkan, kali ini aku ditemani kakak iparku. Degup dalam jantungku hanya mampu melafadz doa-doa dan permohonan kepada yang kuasa, sedangkan di bilik jantungku yang lain tetap terus mengumpat dan menyerapahi si cantik genit preclampsia dan sepupunya albumin dan keponakannya si kegatalan tensi tinggi.
Aku masih mematut-matut diri sesekali kutatap speaker TOA di sudut atas koridor dibawah talang. Butut dengan suara nya serak kayak orang kena TBC, putus nyambung dan ngorok. " keluarga pasien Wihastuty Farida, dimohon ke ruang perawat", tanpa lama ketika nama istriku disebut dan tanpa diulang aku langsung lari menuju sumber suara dari TOA di ruang perawat. Oooh, rupanya si suster cantik itu tho pemilik suara barusan." bapak suami ibu farida ", tanyanya. " begini pak ibu farida sudah hampir melahirkan, tolong bawakan handuk dan kain panjang ya pak". wah ramah juga tuh suster. sudah ramah cantik, apa lagi yaaa...coba kalau semua suster di semua rumah sakit negeri ini semua cantik dan ramah-ramah, apa pasien makin cepet sembuh. Atau jangan-jangan makin kerasan di rumah sakit.
masih di ruang perawat, mencoba melongok untuk sekedar mencari wajah istriku disela-sela ketiak perawat dan dokter yang membantu persalinan. " lho, ndak usah ngintip pak, bawa sini aja handuk dan kain panjangny, udah mau lahir kok", lagi-lagi suara suster cantik. (suster makasyeh, tapi maaf aku melupakan namamu). Benar saja waktu aku sampai di koridor rumah sakit untuk mengambil barang pesanan suster tadi, lamat-lamat aku mendengar suara tangisan bayi. itu berarti tangisannya keras, hati kecilku bilang itu pasti tangisan bayi laki-lakiku. Kembali keruang perawat, kuserahkan kain panjang dan handuk kepada perawat cantik. " pak, selamat bayinya sudah lahir, laki-laki sehat, ibunya juga sehat, anak yang keberapa pak", suster cantik nyerocos mencoba lebih akrab dengan ku. Alahamdulillah, segala puji bagimu ya Allah. Oooh anak yang pertama suster, terima kasih. " dikasih nama siapa pak putranya", tanya suster yang lain. Adzan maghrib baru saja usai, kakak iparku masih sholat di masjid rumah sakit.
Waktu masih dalam kandungan, aku memperkenalkan nama anakku pada bundanya, Bhre Rhedana Lintang Revolusi. Bundanya setuju saja, malah lebih senang memanggil bayi dalam kandungannya dengan nama depan Bhre.Jam dinding di ruang perawat menunjukan waktu jam enam lebih seperempat, petang hari. "Namanya Bhre lengkapnya Bhre Rhedana al Maghriby Lintang Revolusi", aku menjawab pertanyaan suster. "Lho panjangnya", suster yang lain turut menilai nama anakku. sambil tersenyum ku dekati bayiku di kereta dorong. sedang tidur rupanya ia. aku angkat dia, sejenak kupandang, mirip siapa yaa, aku nggak mirip tuh, bundanya ngggak juga, oomnya kali yaa. Masih dalam dekapanku si mungil juniorku, kudekatkan bibirku ditelinga kanan untuk menyerukan adzan. Aku sedikit tersentak, dalam bayanganku bayi yang baru saja dilahirkan pasti matanya masih merem. lho ini kok malah melek, malah mencari cari suara adzan yang aku dengungkan. selesai adzan kudengungkan sikecilku merem lagi. ku kembalikan dia ke kereta dorong untuk dipindah keruang perawatan bayi, sedangkan aku harus kembali keloket pendaftaran untuk administrasi pendaftarannya.
Istriku masih di ruang bersalin, aku juga masih belum bisa melihat wajahnya. kutanya suster katanya dia sedang tidur setelah di bersihkan. barangkali kecapekan setelah berjuang keras menyambut kedatangan pangeran kecilku.Baru besok siangnya aku di perbolehkan ketemu istriku sekaligus untuk mengantarkan pindah keruang perawatan. tiga hari diruang perawatan, setiap jam 11.00 dan jam 16.00 mengantarkannya keruang perawatan bayi untuk memberikan asi. Hari kelima di rumah sakit aku harus kemabali berurusan dengan bagian administrasi. weee lhah dalah begitu nama istriku disebut ternyata aku nggak perlu bayar, terimakasih Tuhan. Begitu juga ketika mengurus kepulangan anakku sama juga nggak bayar. lho kok bisa !!! begini kawan, ternyata istriku di jamin askes. Bodohnya aku dan tidak perhatiannya aku. Istriku pegawai negeri sipil kabupaten dengan golongan IIIa, melahirkan di ruang VK bersalin, dan perawatan di ruang kelas II jadi nggak perlu bayar deh.Aman satu jalan telah terlewati, nggak punya hutang. hehhehe.....udah dulu yaaa...
Posted by
Rully Hermanto
at
3:22 PM
0
comments
Saturday, March 21, 2009
who is that?
Lelaki kecil dengan bobot 2,75 kg dan panjang 45 cm ini lahir pas jam 18.15 wib selepas adzan maghrib. Makanya namanya al maghriby, lebih lengkapnya Bhre Rehdana al Maghriby Lintang Revolusi. panjangkan namaya...? ini salah satu bentuk keegoisan orang tua untuk memilih dan memberi nama kepada anak-anaknya.
Minggu malam, beberapa kali istriku membangunkanku, ia mengeluh perutnya mulas. sedangkan usia kandungannya sudah memasuki saat-saat mau melahirkan. Bukannya tidak tanggap akan keadaan tapi sengaja aku hanya menghitung frekuensi dan durasi keluhanya. aaah masih lama batinku. Aku coba tenangkan ia sambil mengelus perutnya yang buncit itu. Itu berlangsung beberapa kali hingga adzan subuh hari senin pagi tanggal 19 Januari 2009.
Frekuensi semakin meningkat, tanpa mandi, cuma cuci muka langsung tancap gas, ku bonceng istriku kebidan terdekat. periksa sini- periksa sana pencet sini pencet sana, rupanya si bidan. maklum aku nggak tahu pasti, (kan aku nggak boleh masuk). bidan menyarankan kami harus segera kerumah sakit. Pertama telepon teman kerja untuk kooerdinasi kerjaan, kedua mecoba mengorek-ngorek sisa tabungan yang memang nggak ada ( tapi nggak ngutang kok). untungnya semua perlengkapan melahirkan beberapa hari sebelumnya sudah kami packing, jadi tinggal sambar mak weeer dah nyampe rumah sakit.
Istriku langsung di tempatkan di kamar persiapan bersalin. aku masih harus sedikit mondar-mandir ngurus ini itu administrasi pendaftarannya. Masa-masa paling mendebarkan telah tiba, teng.... teng...tengteng...mirip kayak sinetron ketika pemeran antagonisnya mulai melintas dilayar kaca. Kenapa mendebarkan, pasti kamu bertanya, iya kan ... alaah ngaku aja. gini lho,.. bukannya aku berdebar-debar karena sebentar lagi mau jadi bapak, bukan, bukan itu persoalannya. bukan juga aku takut menanggung beban hdup anakku, aaah bukan itu masalahnya, wong anak itu bawa rejeki sendiri kok.bukan juga aku takut membayar biaya rumah sakit yang mahal kalau sampai harus operasi, bukan pokoknya bukan itu...
Degup jantungku mengeras, stress sampai lupa makan seharian. ingat saat kandungan istriku berusia 7 bulan dokter bilang istriku kena Preeclampsia. nah waktu mo melahirkan tensi darahnya 140/90 terus albumin (+++), itu aku tahu jam 11.30 setelah cek darah dan urin e di laboratorium. oh ya lupa istriku masuk rumah sakit jam 07.30. jadi bayiku masih belum lahir.
Beberapa kali dipanggil suster, beberapa kali juga aku harus membawa botol-botol cairan darah dan urine untuk di periksa ulang kelaboratorium.persis kayak setrikaaan itu, muka kucel, keringat lengket, dada bergemuruh kayak kerupuk udang dimasukan minyak panas dipenggorengan.
cerita lengkapnya nanti aja yaa... panjang dan seru. lebih seru ketimbang film Tom & Jerry. Singkatnya istriku selamat, bayiku selamat...plong.... Alhamdulillah ya Allah engkau maha pemelihara kehidupan, dan maha pengasih.
Posted by
Rully Hermanto
at
9:21 PM
0
comments